PELATIHAN BASIC FIRE FIGHTING 2018 | PT. CATUR ELANG PERKASA



Pada hari sabtu, 10 Februari 2018 bertempat di Kantor Pusat PT. Catur Elang Perkasa diadakan pelatihan Basic Fire Fighting. Peserta pelatian terdiri dari crew proyek "building renovation & civil work", crew proyek WTP & karyawan yang ada di head office PT. CEP. 

Pelaksanaan training bekerja sama dengan Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Admistrasi Jakarta Selatan. Pihak SUDIN DAMKAR yang hadir diantaranya Dwi Ratna Swadharma, Spd. (Pemateri), Andreas (Instruktur), A. Gozali S.M (Instruktur).

Taining diawali dengan pemaparan tori dasar api & manajemen keselamatan kebakaran gedung. Setelah pemaparan toeri selesai dilanjutkan dengan praktik pemadaman api dengan menggunakan alat tradisional (karung goni) dan alat pemadam api ringan (APAR).


Pemateri memaparkan teori Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung
Pemateri memaparkan teori dasar api
Instruktur memaparkan teori pemadaman menggunakan alat tradisional & APAR
Instruktur mempraktikan cara memadamkan api dengan menggunakan karung goni
Instruktur menguji peserta untuk mematikan kobaran api dengan APAR
Instruktur menguji peserta untuk mematikan kobaran api dengan APAR
Peserta training praktik memadamkan api dengan menggunakan APAR




Komentar

  1. Once the CNC operator tests the coding they’ve created and may certain the} objects shall be correct, the machine can start and could even proceed for 24 hours and onwards without stopping . Maintenance may be be} needed during and after it completes the coded duties, but considering the high quantity and precision, it’s a no- brainer for a lot of} manufacturing Bluetooth Motorcycle Headset industries. A few years after the primary CNC lathe machine was created, Richard Kegg in 1952 developed the primary CNC milling machine in a collaboration with the Massachusetts Institute of Technology. While improvements and modifications have been made for the reason that} thirteenth century BC, we are able to} directly see a speedy change in manual machining with the primary industrial revolution of the 1700s.

    BalasHapus

Posting Komentar