Salah satu program yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi dampak perubahan iklim yakni penerapan
green building pada gedung-gedung bertingkat, baik gedung pemerintah maupun swasta.
“Karena dengan
green building, gedung akan lebih hemat energi, ramah lingkungan, dan lebih ekonomis,” kata Sarwo Handayani, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Program ini merupakan aplikasi dari deklarasi pengurangan emisi yang dicanangkan pada 2009 sebesar 30 persen hingga 2030.
Salah satu gedung pemerintah yang memulai penerapan
green building adalah gedung Blok G, Kantor Balaikota DKI Jakarta. Selain itu, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta juga sudah menerapkan program itu.
Sebagai program jangka panjang,
green building juga akan diterapkan di seluruh gedung pemerintah di seluruh wilayah kotamadya.
Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta Agus Subardono menambahkan program
green building dimaksudkan untuk mempelopori pembangunan gedung ramah lingkungan di Jakarta.
“Biar masyarakat tahu apa itu
green building dan bisa ikut membangun bangunan ramah lingkungan,” kata Agus.
Untuk mensosialisasikan konsep green building maka pada pertengahan Maret Pemprov DKI akan menyelenggarakan pameran
green building yang diselenggarakan di Gedung DPRD lama dan Blok G Gedung Pemprov DKI Jakarta.
“Kami juga akan ikut serta dalam pameran produk eco di JCC,” katanya.
Naning Adiningsih, Chairman Green Building Council Indonesia (GBCI), juga menyatakan sangat mendukung program
green building yang dicanangkan Pemprov DKI ini.
Sumber: VIVANews